Selasa, 23 April 2013

IPNU -Dari Masa Ke Masa-






Berdirinya IPNU
Berdirinya IPNU adalah babakan new era bagi perjalanan generasi muda NU yang tergabung dalam IPNU. Sebelum menggunakan nama IPNU, kegiatan mereka di berbagai tempat bermacam-macam. Sebagian melakukan rutinitas keagamaan, seperti tahlilan, yasinan, diba’/ berjanji, dst. Kelompok pelajar seperti itu lebih banya ditemui di pesantran-pesantren dan di kampung-kampung. Sebagian lagi, kelompok muda NU mengadakan di Sekolah-Pesantren, Sekolah Umum dan Perguruan Tinggi. Sekalipun tergolong masih kecil jumlahnya.

Pendirian IPNU pada tahun tersebut, bukan tanpa proses. Beberapa kegiatan yang telah disebut di atas. Sisi lainya adalah dengan melalui musyawarah yang intensif, antara para kyai pesantren, pengurus NU dan lembaga pendidikan Ma’arif NU. Termasuk yang tak kalah pentingnya adalah kontribusi pemikiran aktivis kaum pelajar NU, lebih khusus di Pesantren atau Sekolah.

Pilihan nama organisasi juga melalui proses. Bukti historis proses tersebut sebagai berikut: beberapa tahun sebelumnya terdapat keragaman nama bagi perkumpulan pelajar NU, seprti Tsamratul Mustafidin di Surabaya tahun 1936, PERSANO (Persatuan Santri Nahdlotul Oelama) tahun 1945, Persatuan Murid NU tahun 1945 di Malang, Ijtima-ulth Tholabiyyah tahun 1945 di Madura, ITNO (Ijtimatul Tholabah NO) tahuan 1946 di SUmbawa, PERPENO (Persatuan Pelajar NO) di Kediri 1953, IPINO (IKatan Pelajar NO) dan IPENO tahun 1954 di Medan, dll.

Mengingat perkumpulan tersebut satu sama lain kurang saling mengenal, karena kelahiran mereka atas inisiatif dan kreatifitas mereka sendiri. Maka, maka dibutuhkan wadah yang sama dan satu induk. Satu hal yang sewarna dan sejalan adalah pijakan pada dasar keyakinan Islam Ahlusunnah Wal jama’ah. Juga atas dasar kebersamaan dan persatuan (ukhwah) sesama umat Islam pemegang tradisi. Karena itu, IPNU merupakan induk dan satu-satunya organisasi NU yang menangani kaum muda NU tingkat pelajar NU, termasuk di Perguruan Tinggi. Ini juga yang membedakan dengan PMII, yang lahir pada tahun 1960 dari Departemen Perguruan Tinggi PP IPNU.

Tepat tanggal 24 Pebruari 1954 M. bertepatan dengan 20 Jumadil Akhir 1373 H. di Semarang, pada konferensi besar Ma’arif NU se-Indonesia menyepakati nama IPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama sebagai satu-satunya wadah berhimpun dan berkreasi Pelajar, Mahasiswa, Santri dan remaja baik di Pesantren, Madrasah/sekolah maupun Perguruan Tinggi. Gagasan ini dipelopori oleh Tolhah Mansur ( Fak. Hukum UGM ), fadlan AGN ( Fisipol UGM ) dari Jatim, Mustahal achmad Masyhud ( Solo ) Sufyan Kholil dan Abdul Ghoni Farida ( Semarang ) yang pada akhirnya dalam Konferensi tersebut Mohammad Tolchah Mansur ditetapkan sebagai ketua ummnya. Gagasan tersebut muncul karena memendang perlunya penyatuan elemen gerak berbagai organisasi pelajar NU dalam satu wadah agar lebih solid. Sejak saat itu, upaya pengembangan cabang terus dilakukan hingga berdiri lima cabang yang dikenal dengan PANCA DAERAH ( Jombang, Solo, Kediri, Semarang dan Yogyakarta )

Menindaklanjuti ketetapan Konbes Ma’arif itu, para pengurus mengadakan konferensi lima daerah; Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Jombang dan Kediri. Di Surakarta tanggal 29 April – 1 Mei 1954. putusan-putusan penting pun dihasilkan; selain merumuskan tujuan, PD PRT, juga menetapkan Tolchah Mansur sebagai ketua umum Pimpinan Pusat IPNU dan menetapkan kota Yogyakarta sebagai kantor pusat organisasi. Mendapat pengakuan resmi sebagai bagian NU pada Muktamar ke 20 di Surabaya, 9-14 September 1954, setelah ketua umum menyampaikan gagasan IPNU dihadapan peserta Muktamar NU.

Untuk memperkokoh organisasi, IPNU melaksanakan Muktamarnya (baca: Kongres) yang pertama pada tanggal 28 Februari 1955 di Malang Jawa Timur. Ikut hadir dalam perhelatan Nasional itu adalah presiden RI Soekarno. Hal ini juga sekaligus pengukuhan IPNU sebagai bagian organisasi pemuda di Indonesia. IPNU pun mulai populer di tengah masyarakat Indonesia. Lebih-lebih, surat kabar dan radio memberitakan pidato Bung Karno pada Muktamar IPNU tersebut.

Sebagai organisasi pelajar dan terpelajar, beberapa tokoh pendiri IPNU adalah orang-orang yang masih berpendidikan, seperti Mohammad Tolchah Mansur (mahasiswa UGM Yogyakarta), dan Ismail (mahasiswa IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta). Di daerah-daerah juga, para pengurus IPNU saat itu banyak yang dipegang oleh para mahasiswa, seperti Mahbub Djunaedi dan M. Sahal Makmun di Jakarta (mahasiswa UI). Beberapa kader IPNU lainya di Pesantren adalah Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur (Ketua Tanfidziyah PBNU 1984-1999) dan Ilyas Ru’yat dari Jawa Barat (Rais ‘Am 1994-1999).

Perjalanan IPNU dari masa ke masa

IPNU Pasca Kongres Jombang 1988
Perubahan zaman memang tidak bisa dihindari, tetapi dihadapi dan dilaksanakan , pernyataan itu, berlaku untuk siapa dan apa saja, termasuk juga organisasi IPNU. Tahun 1998, saat kongres ke-10 di jombang, IPNU harus menghadapi perubahan zaman. Hal ini cukup berdampak luas bagi keberadaan (eksistensi) IPNU ke depan. Perubahan ini, setidaknya bersumber awal dari UU nomor 8 tahun 1985 yang ‘membabi buta’ dalam penerapan aturan tentang keormasan di Indonesia. Azas dan Nama perubahan, karena tuntutan UU itu, seperti juga pada NU, tapi, hakekatnya tetap, seperti tujuan, sasaran kelompok dll.

Kependekan nama IPNU dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama berubah menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Bahkan ketika itu, tidak saja perubahan kependekan ‘P’ termasuk dua huruf dilakangnya ( NU) juaga harus dihapuskan. Karena, hal itu dianggap sebagi bawahan ( underbouw) partai tertentu ( ingat, tahun 1950-an NU menjadi partai sendiri ). Syukur Alhamduliilah, pada kongres itu akhirnya diputuskan untuk tetap menjadi IPNU, hanya ‘P’-nya saja berubah ; dari Pelajar menjadi Putra. Hal serupa juga, terjadi pada organisasi pelajar manapun, selain PII, Pelajar Islam Indonesia.

Dengan berubahnya kependekan “P”, berubah pula orientasi dan sasaran binaanya IPNU. Dari pelajar dan Mahasiswa sebagai sasaran utama, berubah untuk dapat membina juga remaja yang tidak sekolah. Dapat disebut, setelah kongres Jombang tahun 1988 hingga Kongres Garut tahun 1996 adalah masa Transisi yang bekepanjangan. Satu misal adalah tidak pernah sampainya pemahaman yang sama tentang orientasi bidang garap IPNU, berikut skala prioritasnya. Pada masa itulah terjadi tarik menarik antara kepentingan politik praktis (politisasi IPNU) dengan prioritas program untuk membenahai warga IPNU sector awal berdirinya IPNU; santri dan pelajar. Hal ini, ternyata berdampak pada proses pengkaderan yang pelan-pelan semakin hilang dari pesantren atau sekolah ma’arif NU.

IPNU kembali ke Khittah 1954: Deklarasi Makasar 2000
Melihat kenyataan IPNU yang masih dalam masa transisi diatas, maka dalam menyambut millennium ke III, tahun 2000 di Kongres IPNU ke 13 di Makasar, para kader IPNU memunculkan kesadaran bersama (common sense) secara kolektif. Seakan-akan ada hal yang baris telah kembali lagi, yakni sesuatu yang terasa hilang, yakni pada tahun 1988. sesuai deklarasi Makasar 2000 dan hasil Kongres 13, adalah bahwa IPNU kembali pada visi kepelajaran, lalu menumbuh-kembangkan IPNU pada basis perjuangan; Sekolah dan Pondok Pesantren, dan terakhir mengembalikan CBP (Corp Brigade Pembangunan) yang lahir 1965 sebagai kelompok kedisiplinan, kepanduan dan kepecinta alaman. Semua itu dalam rangka mencapai tujuan IPNU, yaitu terbentuknya Pelajar-Pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak muli dan berwawasan kebangsaan, serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham Ahlussunnah waljamaah yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menegaskan Khittah 1954 pada Kongres XIV 2003 (Surabaya)
Deklarasi Makasar 2000 sebagai tonggak awal mengembalikan IPNU pada orentasi garapan ternyata belum mampu mengakhiri problematika tersebut. Pada Kongres IPNU ke 14 di Surabaya, para kader IPNU memunculkan kesadaran bersama. Kesadaran itu adalah untuk merubah nama dan sekaligus visi kepelajaran dan orientasi pengkaderan IPNU, khususnya di Pesantren dan sekolah-sekolah. Artinya kongres telah mengembalikan IPNU pada garis perjuangan yang semestinya. Secara popular, hal tersebut dikenal dengan nama Khittah 1954. dengan demikian, perlahan tapi pasti, IPNU berkesempatan untuk mengembalikan masa keemasan yang telah hilang, seperti 15 tahun yang lalu. Akan tetapi, kesadaran itu pun sebenarnya rentan, bahaya bila momen itu tidak digunakan dengan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin oleh semua jajaran NU, khususnya IPNU, lebih khusus lagi pesantren (baca: RMI) dan Ma’arif.

Karena itu IPNU, kini tengah memusatkan pikiran, sembari mengajak bergandeng tangan dan merapatkan barisan pada semua eleman NU, khususnya, untuk mengaktualisasikan kongres 2003 (khittah 1954), hingga benar-benar nyata hasilnya bagi keluarga besar NU. Sehingga, bahwa IPNU sebagai kader NU kawah candra dimuka atau garda terdepan dapat benar-benar menjadi kenyataan. Jangan sampai terjadi lagi, IPNU dijadikan sebagai lompatan politik praktis. Sebab IPNU diharapkan hanya dijadikan lompatan untuk menciptakan kader NU yang terbaik dan maslahat bagi bangsa Indonesia, pada umumnya. Hanya melalui pendirian komisariat – komisariat, gagasan IPNU tersebut dapat direalisasikan dengan benar dan tepat.
Tokoh – tokoh yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU adalah :
1. Rekan M. Tolhah Mansyur ( 1954 – 1960 )
2. Rekan Ismail Makki ( 1960 – 1963 )
3. Rekan Asnawi Latif ( 1960 – 1966 ; 1966 – 1970 )
4. Rekan Tosari Wijaya
5. Rekan Zainut Tauhid
6. Rekan Ahsin Zaidi
7. Rekan Hilmi Muhammadiyah ( 1996 – 2000 )
8. Rekan Abdullah Azwar Anas ( 2000 – 2003 )
9. Rekan Mujtahidurridho ( 2003 – 2006 )
10. Rekan Idi Muzayyad ( 2006 – 2009 )
Read more »»  

Sekilas Tentang IPNU-IPPNU



Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM), H. Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang).
Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.

Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu, segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV di Surabaya pada tahun 2003, IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai. Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya di sekolah dan pesantren.
Visi IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah  yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat provinsi dan 374 Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

Lain IPNU,lain juga IPPNU yang merupakan wadah aspirasi remaja putri NU.  

Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri. 

Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:
  1. Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
  2. Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
  3. Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
  4. PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
  5. Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.
Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender. 

Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi.
Read more »»  

Selamat Datang

Bukan maksud hati menyamakan dengan keset, tapi inilah kesederhanaan kami

Setelah sekian lama terpendam, akhirnya keinginan kami untuk menerbitkan (maksudnya mempublikasikan) blog terwujud juga.

Blog dengan nama www.ipnu-ippnu-uin-maliki.blogspot.com ini merupakan salah satu wujud karya dari pengurus PKPT UIN Maliki untuk menyebarluaskan syiar Islam dan nilai-nilai ke-ASWAJA-an kepada khalayak umum. Nabi SAW pernah bersabda, "Sampaikanlah dariku, walau satu ayat." Kebaikan apapun, kebenaran apapun, kita diwajibkan untuk menyampaikannya. Dan Blog ini adalah salah satu wujud "sampaikanlah" dari kami.

Pada akhirnya, tak ada gading yang tak retak. Tak ada manusia yang benar-benar perfect dalam segalanya. Karena itu, apapun tulisan-tulisan yang ada dalam blog ini, monggo kita baca dan kita cermati dengan legowo. Dan tak lupa, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, adalah suatu makanan pokok dari kami.

Selamat Membaca.......
Read more »»  

Kamis, 18 April 2013

Mengapa Harus jadi Pengajar Muda?


 
 
"Pemberani itu ketika kamu berani meninggalkan kemewahanmu, hidup sederhana berdampingan dengan masyarakat bawah. Pemimpi itu ketika kamu rela menunda mimpimu dan mengumpulkan impian anak – anak bangsa dan menjadikannya fondasi agar mereka tau arti mimpi itu. Pemimpin itu ketika kamu berani memimpin dirimu untuk turun tangan mengambil bagian dalam menyesaikan segelintir masalah Bangsa"
Bukankah kamu cukup menjadi seorang pemberani? Kenapa tidak? Berani berteriak – teriak di depan gedung DPR, berani mencerca kebijakan pemerintah, dan berani berorasi di ranah publik, sudah cukup bukan kamu disebut sebagai seorang pemberani? Jika aku diijinkan menjawab, aku akan katakan dengan tegas “KAMU BUKAN PEMBERANI!”.
Aku akan menganggap kamu seorang  Pemberani jika kamu berani meninggalkan kehidupan mewah, hidup dalam sebuah keterbatasan dan berani turun tangan menggandeng generasi muda untuk terjun di tengah masyarakat. Berani mengajarkan sebuah arti cita – cita untuk generasi penerus kita, berani memberi motivasi pada masyarakat untuk ikut ambil bagian membangun generasi negeri ini.
Bagiku tak cukup kamu dikatakan berani, jika hanya menjadi pengkritik pemerintah hai anak muda! jadilah generasi muda yang berani peduli pada masa depan bangsanya. Sebentar lagi bukan kamu yang akan membawa bangsa ini kearah mana tapi mereka anak – anak negeri yang jauh dari pikiranmu, jika kamu tak berani menjadi pemberani untuk terlibat mengarahkan Bangsamu maka aku akan bilang kamu seorang “PENAKUT”.
Bermimpi dan bercita – cita itu adalah kebebasan individu, namun apakah kamu disebut sebagai pemimpi ketika hanya bermimpi untuk dirimu sendiri? Keberanian untuk bermimpi memang itu urusanmu, namun apakah kamu berani menunda mimpimu untuk membagikan sederet mimpi dan cita – citamu bagi generasi penerus di negeri ini? Kita kadang terjebak pada semua impian kita, terjebak pada mimpi – mimpi indah dan cita – cita setinggi langit, bisakah kita sedikit membuka mata, merasakan dengan hati bahkan meraba dan menggandeng generasi bangsa ini untuk berani bermimpi dan memiliki mimpi?
Tahukah kamu, kadang mereka generasi bangsa ini kata cita – cita pun tak tau apa artinya itu? Kadang mereka bertanya bolehkah saya bermimpi? Terkadang mereka takut untuk bermimpi dan bercita – cita setinggi langit karena takut tak bisa menggapainya. Pekakah kamu? Mereka yang akan menjadi penerus kita, arti mimpi dan cita – cita tak tahu? Apa yang bisa diharap dari sebuah kata yang membuatku meneteskan air mata ketika mereka generasi kita menanyakannya padaku"cita-cita itu apa bu?". Bisakah kita tinggal diam dan terus membiarkan mereka, generasi dibawah kita tak bisa bermimpi, tak mengenal cita – cita mereka? Mau dibawa kemana bangsa ini?
10 tahun ke depan bangsa ini ada pada generasi kita, namun 20 – 30 tahun mendatang, bangsa ini akan ada ditangan mereka! Ajarkan mereka untuk BERANI BERMIMPI KAWAN! Berani dan mengejar Impian mereka. Dan tak usah kau takut akan mimpimu karena kamu pasti akan terima melebihi apa yang kamu impikan kelak. Ketika kamu berani menunda mimpimu dan merangkai sederet mimpi anak – anak generasi di negeri ini hingga mereka berani menggapainya maka aku akan menyebutmu seorang “PEMIMPI SUKSES” .
Sudahkah kamu disebut sebagai seorang PEMIMPIN? Ketika kamu hanya berani memimpin orasi ataupun menjadi pemimpin dalam organisasi, pemimpin dalam sebuah demo, pemimpin dalam sebuah diskusi kelompok di kampus atau forum apapun itu. Bagi saya, kamu bukan sebuah pemimpin, kamu belum berani memimpin dirimu sendiri untuk terjun mengabdi pada bangsamu, memimpin dirimu untuk peduli pada masyarakat terpinggirkan yang jauh dari pandanganmu. Haruskah yang disebut pemimpin itu seorang Presiden atau Direktur, bahkan Manager atau Pejabat?
Bagiku tak sesempit itu makna sebuah pemimpin, bagiku dapat dikatakan pemimpin ketika kamu berani memimpin dirimu, ikut menjadi bagian dari Indonesia Mengajar dan menjadi seorang Pengajar Muda. Kenapa? Seorang Pengajar Muda tak hanya seorang guru SD, arti Pengajar Muda lebih luas pemaknaannya. Ketika kamu berani menjadi seorang Pengajar Muda berarti kamu mampu memimpin dirimu untuk berani meninggalkan kemewahan, berani untuk hidup susah tanpa memikir fasilitas yang layak kamu dapatkan, berani memimpin dirimu hidup bersama masyarakat terpinggirkan dalam keterbatasan dan membawa keterbatasan itu menjadi sebuah keistimewaan agar mereka dipandang sebagai masyarakat yang luar biasa. Ya itu seorang pemimpin sejati menurutku! PEMIMPIN SEJATI tidak akan takut memimpin dirinya untuk meninggalkan kehidupannya selama 1 tahun.
Jika kamu terus hidup enak, hidup mewah dengan berbagai fasilitas, hidup nyaman, maka kamu tidak akan pernah belajar. Jika kamu tidak mau membagikan kemewahanmu pada orang lain, tidak berani membagikan mimpimu, kamu tak tahu apa arti sebuah mimpi yang begitu dalam. Seorang Pengajar Muda terus dituntut dalam kepekaan, ketulusan dan ketegaran. Bagaimana dia bisa terus berdiri kokoh pada prinisp dan komitmen diantara segelintir pemikiran – pemikiran yang mampu merobohkan niat awal. Seorang Pengajar Muda juga harus tetap berdiri pada prinsip dan komitmen dari arti ketulusan untuk membagikan ilmu bagi generasi muda ini meski badai terus menerpa dalam jalannya.
Jangan kau takut anak muda tentang hidupmu nanti, percayalah ketika kamu membagikan sebagian hidupmu selama 1tahun itu yang bagiku tidak ada artinya dari 23tahun umurku, kamu akan mendapatkan segudang pengalaman yang tidak akan didapat jika kamu terus berada di zona nyaman. Jangan takut akan masa depanmu dan cita – citamu, justru kamu akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Kamupun akan menjadi kaya akan kebijaksanaan menjalani hidup, kaya akan pengetahuan tentang arti hidup, arti berbagi, arti sebuah ketulusan, arti sebuah kesedrhanaan, arti sebuah komitmen dan arti nasionalisme terhadap Bangsamu. Hai anak muda, mari bersama membangun bangsa! Jangan hanya mengeluh, berdemo, lakukan apa yang bisa kamu lakukan, mau jadi Pengajar Muda atau tidak tapi  menjadi seorang Pengajar Muda adalah salah satu jalan untuk semua itu.
Aku dulu menantang hidupku “beranikah aku meninggalkankenyamanan  hidupku 1tahun? Hidup dalam segala keterbatasan, dan menunda semua mimpiku?” itulah awal aku mengikuti pergerakan ini, aku hanya yakin akan apa yang ada dalam hatiku, aku mau berbagi bersama mereka, aku ingin melihat mereka bisa sepertiku menikmati pendidikan hingga jenjang S1 di sebuah kampus ternama di negeri ini. Aku tak punya banyak uang untuk kubagikan bagimereka, aku hanya memiliki banyak mimpi, ilmu dan segudang kemauan agar aku dapat berbagi.  Bagiku kesuksesan itu tak harus diukur dari tingginya jabatan dan kamu bekerja dimana, kesuksesan adalah ketika kamu sukses untuk berbagi dan berguna bagi orang lain. Bagiku aku ingin dikatakan kaya bukan diukur dari materi, mobil atau motor yang aku pakai, ataupun berapa banyak uangku di tabungan, atau seberapa bagus rumahku! Aku mau dikatakan kaya karena sebuah pengalaman, pengetahuan, dan kaya akan mimpi yang telah kubagikan pada generasi negeri ini.
Kenapa kita harus takut? Ketika apa yang kita kerjakan adalah sebuah kebaikan bagi sesama. Singsingkan lengan bajumu, berkeringatlah agar keringatmu terlihat dan berguna bagi bangsa ini hai anak muda. Luruskan niatmu dan jangan mengharap apapun kecuali sebuah senyum kegembiraan dari generasi negeri ini, kesuksesan yang diraih generasi negeri ini dan rentetan mimpi yang mereka miliki.  Bagilah segenggam mimpimu untuk generasi mendatang, jangan hanya kamu genggam mimpimu sendiri karena tak akan berarti dan lama – lama akan hancur impianmu itu. Jangan takut untuk hidup susah, karena di sini kamu akan tahu arti  kenyaman yang sederhana kawan karena itulah sebuah ketulusan dalam pengabdian. Selamat  mengabdi untuk Negri, semoga semakin menguatkan anda untuk mendaftar menjadi seorang Pengajar Muda.
Read more »»  

Selasa, 09 April 2013

Keyword Ajaib Google yang Jarang Diketahui


Google merupakan search engine terkemuka yang meduduki peringkat satu diantara web search lainnya, biasanya hampir setiap orang akan menggunakan google search ini untuk mencari berita atau informasi yang mereka inginkan. Ternyata, terdapat beberapa trik pencarian baru yang bisa dilakukan pada mesin pencari itu.Misalnya, ‘do a barrel roll’ di mana jika diketik di bar pencarian Google, akan terjadi koprol 360 derajat pada antarmuka pencarian itu.

Menariknya lagi, hal tersebut bukanlah satu-satunya hal yang bisa ditemukan dalam properti internet web luas Google. Teknisi Google secara mengejutkan berkomitmen memasukkan hal-hal mengejutkan pada mesin pencari itu.

Untuk melihat semua hal aneh yang bisa dijumpai di Google, berikut rangkuman hal-hal aneh terkeren yang bisa ditemukan di dalam Google Search. Apa saja...?

Do A Barrel Roll
Ingin merasakan seperti apa rasanya terbang dengan jet tempur sembari mencari sesuatu di internet? Ketik ‘do a barrel roll’ pada bar pencarian Google dan saksikan seluruh laman akan berjumpalitan.

What Is The Loneliest Number?
Jangan takut menanyakan pertanyaan sulit pada Google. Ketik query ‘What is the loneliest number’ dan Google akan menjawab ‘1’. Kalkulator akan memberi jawaban sama saat Anda mengetik query ‘the answer to life, the universe, and everything’ dan ‘the number of horns on a unicorn’.

Askew
Saat mengetik query ini, Google akan mejadi sedikit mabuk.

Google Gravity
Lelah dengan Google yang tak memiliki berat? Masuk ke Google Earth dan masuki ‘Google gravity’ dan klik ‘I’m feeling lucky’. Saat bar pencarian, tombol dan logo jatuh ke bawah laman, Anda bisa melempar-lempar­kannya di sekitar laman cukup dengan mengklik, drag dan melepasnya.

Recursion
Anda tahu saat masuk kamar mandi dengan banyak cermin dan saat berbalik, melihat pantulan diri seolah tak terbatas? Ini disebut recursion. Menurut Merriam-Webster­, kata ini berarti ‘prosedur yang bisa diulang-ulang’.­ Pada Google, saat Anda mencari kata ini, Anda akan dibawa kembali dan kembali ke laman baru di mana hal ini seolah tak ada hentinya.

Where Is Chuck Norris?
Google akan memberi Anda laman kosong saat Anda mengklik “I’m Feeling Lucky” untuk mencari query tersebut. Pengguna akan diarahkan pada laman www.NoChuckNorr­is.com yang menampilkan teks dengan tulisan ‘Google tak akan mencarikan Chuck Norris karena Google tahu Anda tak mencari Chuck Norris, ia yang mencari Anda’. Laman ini juga memberi pengguna pilihan untuk mencari ‘laman dari jenggot Chuck’.

Once In A Blue Moon
Google Calculator juga mengembalikan pertanyaan sulit Anda. Ketik query ‘baker’s dozen’ dan kalkulator Google akan mengembalikanny­a dengan ‘13’. Mencari ‘once in a blue moon’ akan memberi Anda sejumlah angka komik kecil Keyword Ajaib Google yang Jarang.
Read more »»  

Kamis, 21 Februari 2013

Bidadari Itu Tetap Berhijab Walau Jadi Pemulung

Terlihat wajah semangat yang berlumur air keringat, seorang mahasiswa, namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.
Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain.
Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.
Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.
Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu.
Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV  (26/5/2008).
Ming Ming Sari Nuryanti (Mahasiswi Universitas Pamulang) Menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya.
Ming Ming Sari Nuryanti, Panggilannya Muna. Ia lahir di Jakarta, 28 April 1980 sebagai putri pertama dari tujuh bersaudara pasangan Syaepudin (45) dan pujiyati (42). Syaepudin, ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling. Sementara ibunya Pujiyati adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Lisa, adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri I Rumpin. Melati, adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Kenny, adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD Sukajaya. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama. Romadon di kelas 5, Rohani di kelas 4 dan Mia di kelas 1.
Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Muna bersama keluarganya mengontrak rumah sangat sederhana di daerah Kosambi, Cengkareng. Orang tua muna menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Di sela kehidupan yang cukup prihatin, Muna, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SDN 02 Kosambi agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.
Saat Muna beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Muna bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor, Rumpin. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.
Suatu hari, ada seorang teman ayah Muna yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang. Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Muna dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.
Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Muna, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Muna selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk ke dalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.
Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Muna memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Perusahaan besar. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.
Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat muna dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih di antara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Muna yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di UKM MUSLIM. Keprihatinan yang dialami keluarga Muna baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus UKM MUSLIM dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.
Ust. Harist, salah seorang Pembina MUSLIM merekomendasikan Muna untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Muna lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya ke depan. Muna terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.
 by :
Read more »»  

Kamis, 27 Desember 2012

KALENDER AKADEMIK 2012-2013

KALENDER AKADEMIK 
UNIVERSITAS ISLAM MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012-2013


1. Ujian akhir tgl 17 - 31 Desember 2012
2. Pembayaran SPP tanggal 26 Desember 2012 - 1 Februari 2013
3. Penyerahan kwitansi dan Pengambilan KHS tgl 28 - 30 Januari 2013
4. Pemograman Matkul dan Konsultasi akademik tgl 4 - 9 Februari 2013
5. Perkuliahan semester genap tgl 18 Februaru - 22 Juni 2013
Read more »»  

Tuhan memberi rezeki kepada seseorang sesuai dengan kesanggupannya (kemampuannya)



Saya setuju banget dng Pak Hari Saleh plus Mbak Putri Flamboyan ... bahwa, Apa pun yg kita lakukan adalah bagian dari "belajar", yaitu belajar agar hidup ini menjadi semakin bermanfaat bagi orang lain.

Kalau kita bekerja, jangan mengejar uang, tapi anggaplah bagian dari "belajar menjadi lebih bermanfaat" ... soal uang dan prestasi, serahkan pada Beliau (Yg Maha Pemurah) .... Allah akan memberi kita uang sesuai dng kemampuan kita.

Kita mungkin ingat bahwa :
"Beliau (Allah) tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dng kesanggupannya (kemampuannya)".

Banyak orang menganggap "beban" itu adalah sebuah musibah, atau hal-hal yang tidak enak. Dan tidak ada yang salah dengan anggapan tersebut, khususnya pada saat kita tertimpa musibah yang tidak enak, agar kita tetap tabah dan tawakal.

Beban terberat sesungguhnya adalah “REZEKI”.
Dan rezeki terberat adalah "HARTA".
Kenapa "harta" merupakan "beban terberat" ?
Karena harta itu rasanya "enak". Sehingga sangat mudah bagi seseorang untuk "lupa" bahwa harta itu titipan-Nya kepada kita. Bahwa dalam harta itu terdapat juga hak orang lain, yaitu orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Bahwa harta itu juga harus bermanfaat untuk orang lain. Bahwa sebagian harta itu harus diberikan ke orang lain. Dan sebagainya.

Jadi, Tuhan akan memberi (menitipkan) harta kepada kita sesuai dengan kemampuan kita.

Dan kemampuan kita akan semakin meningkat kalau kita benar2 menyadari bahwa setiap aktifitas yg kita lakukan adalah bagian dari "belajar". Terutama aktifitas yg bermanfaat bagi orang lain, bagi banyak orang.

Yang namanya belajar, tentu saja dengan usaha yang keras, pantang menyerah, juga harus dengan ikhlas dan syukur. Karena ikhlas dan syukur tsb juga bagian dari belajar ... yaa belajar ikhlas, belajar syukur, belajar berusaha keras, dsb.


Sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=117099307486

URL untuk link ke notes ini :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=278458555065


Read more »»  

Ucapan Ibu adalah Ucapan Tuhan


Surga di bawah telapak kaki ibu, ini ungkapan implisit (tersirat).

Secara eksplisit salah satunya bahwa
"Ucapan Ibu adalah Ucapan Tuhan", dan saya meyakini hal itu.

Setiap ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk anaknya.
Persoalannya, yang dikabulkan Allah SWT adalah "apa yang DIRASAKAN ibu", bukan "apa yang diinginkan ibu".
Karena "doa sesungguhnya" seorangi manusia adalah apa yg muncul/ada dihatinya (yg dia rasakan, bukan yg dia pikirkan/inginkan. Bukan yg terucap di mulut, tetapi yg terasa di hati).
Allah SWT selalu mengabulkan doa tsb (yg ada ada di hati manusia), diminta maupun tidak diminta. 

Ketika seorang ibu berdoa yang indah-indah untuk kebahagiaan anaknya. Namun pada saat yang sama, hati ibu tsb merasa sedih karena tindakan anaknya. Maka perasaan sedih itulah yang dikabulkan Allah SWT, bukan doa ibu yang indah-indah tsb.

Apapun yang hadir dalam perasaan ibu, itu merupakan doa ibu, dan sesuai janji Allah akan mengabulkannya dan menjadikannya kenyataan.

Tugas kita sebagai anak, sangat sederhana yaitu "bahagiakanlah ibu".
Bagaimana membahagiakan ibu ? Dengan cara, penuhilah harapan ibu kepada kita.

Sebagai anak, kita harus berusaha untuk selalu sesuai dengan "harapan ibu".
Begitu tindakan kita, perilaku kita, usaha keras kita, dsb, telah sesuai dng harapan ibu. Maka "apa yang dirasakan ibu adalah RASA bahagia, syukur, keberhasilan, dsb".
Semua rasa itu adalah doa terbaik dan dikabulkan berilipat-lipat oleh Allah SWT untuk kita.

Bagaimana kalau ibu sudah meninggal dunia ? Tetap sama saja, tentunya kita masih ingat apa saja harapan ibu kepada kita. Berusahalah memenuhi harapan itu.

Bagi yang ibunya masih hidup, anda dapat segera bertanya kembali dan memastikan, apa saja harapan ibu kepada kita.
Kemudian berusahalah memenuhi harapan itu.
Tunjukkan pada ibu, bahwa anda berusaha keras memenuhi harapan ibu.

Seandainya dengan usaha keras tadi anda masih belum memenuhi harapannya, maka tidak masalah, karena ibu tentunya akan merasa bahagia melihat usaha keras anda tsb.
Perasaan bahagia ibu itulah yang kita kejar, dan yang akan memudahkan jalan hidup kita untuk mencapai bahagia dunia akherat.

Selamat berusaha memenuhi harapan ibu.
Sukses selalu buat anda.

Sumber :

civitasbook.com



Read more »»  

Sabtu, 10 November 2012

Kisah Kapten Jacques Masuk Islam

Foto: Kisah Kapten Jacques Masuk Islam  Paris (voa-islam.com) Di Prancis, Islam merupakan agama paling cepat pertumbuhannya. Tidak ada agama lainnya, yang begitu cepat pertumbuhannya di Perancis, kecuali Islam.  Pemeluk Islam terus begitu "booming" di Peraencis dalam beberapa tahun ini. Justeru isu tentang terorisme yang sekarang sedang ramai, tak menghalangi mereka mempelajari Islam, dan kemudian mereka masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadah.  Saat ini, jumlah orang yang meninggalkan Kristen dan berpindah kepada Islam jumlahnya  sudah lebih dari dua ratus ribu. Uskup Agung Paris - yang menjadi pemimpin tertinggi  gereja Katolik Perancis, secara resmi menegaskan angka-angka orang-orang Perancis yang masuk Islam.  Di antara mereka, yang telah masuk Islam - tidak hanya pribumi dari kelas pekerja dan pegawai negeri sipil, di antara mereka juga beberapa orang yang memiliki posisi luar biasa.  Ilmuwan besar Perancis - oseanografi, inisiator dari peneliti dibidang kelautan dan kedalaman laut, penemu rumah, aqualung bawah air, perangkat untuk "piring diving", penulis buku populer dan film, Jacque Iv Cousteau yang dikenal di seluruh dunia telah masuk Islam.  Tapi sangat sedikit orang tahu, bahwa penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dia dan fakta refleksi dalam Quran, dan  tanda-tanda ilmiah yang telah menyebabkan dia untuk menerima Islam, serta dia meninggal sebagai seorang Muslim.  Jacque terkenal ke seluruh dunia, peneliti lingkungan bawah laut menyatakan, bahwa pilihannya terhadap Islam adalah keputusan yang paling benar dalam hidupnya. Dalam serangkaian tayangan tentang  "Laut Hidup", kapten Cousteau mengungkapkan dunia bawah laut sangat mengejutkan.  Investigasi ruang air terbuka di selat Gibraltar, ia menemukan fakta mengejutkan, yang  tidak dijelaskan oleh ilmu pengetahuan: adanya dua lapisan air, tidak bercampur dengan satu sama lain.  Keduanya  seolah-olah dibagi dengan film itu, dan nampak di antara mereka memiliki perbasan sendiri. Masing-masing dari mereka memiliki suhu, struktur garam, hewan dan tumbuhan. Ini adalah perairan Laut Mediterania dan Samudera Atlantik berbatasan satu sama lain di selat Gibraltar.  Pada tahun 1962 - Jacque Cousteau memberitahu - ilmuwan Jerman menemukan, bahwa di Bab el Mandeb, di mana perairan Teluk Aden dan Laut Merah bertemu, antara perairan Laut Merah dan India laut tidak mencampur.  Mengikuti contoh yang dihasilkan penelitian rekannya itu, kami mulai mencari tahu, apakah perairan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania bercampur?  Pertama, kami meneliti air Laut Mediterania - tingkat alamiah salinitas, kepadatan dan bentuk kehidupan yang melekat di dalamnya. Kami membuat hal yang sama di Samudera Atlantik.  Kedua bobot air bertemu di Selat Gibraltar sudah seribu tahun dan akan menjadi logis untuk mengasumsikan, bahwa kedua bobot air besar untuk waktu yang lama harus ikut campur - salinitas dan densitas harus menjadi identik, atau, paling tidak, mirip .  Tetapi bahkan di tempat-tempat, di mana mereka bertemu erat, masing-masing membuat sifat-sifatnya. Dengan kata lain, di tempat-tempat penggabungan dari dua bobot air, water curtain tidak memungkinkan mereka untuk bercampur.  Tapi ilmuwan mendapatkan kejutan yang lebih besar dan kekaguman, ketika menemukan, bahwa peristiwa yang ada telah ditulis dalam Quran selama lebih dari 1400 tahun yang lalu.  Dia belajar tentang hal itu dari Moris dokter Prancis Bukay, yang menerima Islam. "Ketika saya bercerita tentang penemuan saya, dia skeptis mengatakan kepada saya, bahwa tentang hal itu telah diberitahu 1400 tahun yang lalu dalam Al-Qur'an", ungkapnya.  Itu bagi saya sebagai peristiwa yang sangat luar biasa, dan memberikan pencerahan. Hal itu, benar-benar terjadi. Sehingga muncul, ketika saya melihat terjemahan Al-Quran. Lalu saya berseru: "Saya berkeyakinan, bahwa Al-Quran 1400 tahun yang lalu yang dianggap tertinggal di belakang ilmu pengetahuan modern, ternyata tidak benar. Al-Qur'an telah menjelaskan dengan bukti-bukti nyata, dan sekarang semuanya dapat dibuktikan denan ilmiah", tambahnya.  Itulah Keagungan Yang Maha Kuasa. Setelah itu saya menerima Islam dan setiap hari saya kagum dengan kebenaran, keadilan, kemudahan, atas agama Islam ini. Saya bersyukur bahwa Qur'an dengan tanpa batas, membuka mata saya tentang Kebenaran", ungkapnya. af

Paris (voa-islam.com) Di Prancis, Islam merupakan agama paling cepat pertumbuhannya. Tidak ada agama lainnya, yang begitu cepat pertumbuhannya di Perancis, kecuali Islam.

Pemeluk Islam terus begitu "boomin
g" di Peraencis dalam beberapa tahun ini. Justeru isu tentang terorisme yang sekarang sedang ramai, tak menghalangi mereka mempelajari Islam, dan kemudian mereka masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadah.

Saat ini, jumlah orang yang meninggalkan Kristen dan berpindah kepada Islam jumlahnya sudah lebih dari dua ratus ribu. Uskup Agung Paris - yang menjadi pemimpin tertinggi gereja Katolik Perancis, secara resmi menegaskan angka-angka orang-orang Perancis yang masuk Islam. Di antara mereka, yang telah masuk Islam - tidak hanya pribumi dari kelas pekerja dan pegawai negeri sipil, di antara mereka juga beberapa orang yang memiliki posisi luar biasa.

Ilmuwan besar Perancis - oseanografi, inisiator dari peneliti dibidang kelautan dan kedalaman laut, penemu rumah, aqualung bawah air, perangkat untuk "piring diving", penulis buku populer dan film, Jacque Iv Cousteau yang dikenal di seluruh dunia telah masuk Islam.

Tapi sangat sedikit orang tahu, bahwa penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dia dan fakta refleksi dalam Quran, dan tanda-tanda ilmiah yang telah menyebabkan dia untuk menerima Islam, serta dia meninggal sebagai seorang Muslim.

Jacque terkenal ke seluruh dunia, peneliti lingkungan bawah laut menyatakan, bahwa pilihannya terhadap Islam adalah keputusan yang paling benar dalam hidupnya. Dalam serangkaian tayangan tentang "Laut Hidup", kapten Cousteau mengungkapkan dunia bawah laut sangat mengejutkan.

Investigasi ruang air terbuka di selat Gibraltar, ia menemukan fakta mengejutkan, yang tidak dijelaskan oleh ilmu pengetahuan: adanya dua lapisan air, tidak bercampur dengan satu sama lain.

Keduanya seolah-olah dibagi dengan film itu, dan nampak di antara mereka memiliki perbasan sendiri. Masing-masing dari mereka memiliki suhu, struktur garam, hewan dan tumbuhan. Ini adalah perairan Laut Mediterania dan Samudera Atlantik berbatasan satu sama lain di selat Gibraltar.

Pada tahun 1962 - Jacque Cousteau memberitahu - ilmuwan Jerman menemukan, bahwa di Bab el Mandeb, di mana perairan Teluk Aden dan Laut Merah bertemu, antara perairan Laut Merah dan India laut tidak mencampur.

Mengikuti contoh yang dihasilkan penelitian rekannya itu, kami mulai mencari tahu, apakah perairan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania bercampur?

Pertama, kami meneliti air Laut Mediterania - tingkat alamiah salinitas, kepadatan dan bentuk kehidupan yang melekat di dalamnya. Kami membuat hal yang sama di Samudera Atlantik.

Kedua bobot air bertemu di Selat Gibraltar sudah seribu tahun dan akan menjadi logis untuk mengasumsikan, bahwa kedua bobot air besar untuk waktu yang lama harus ikut campur - salinitas dan densitas harus menjadi identik, atau, paling tidak, mirip .

Tetapi bahkan di tempat-tempat, di mana mereka bertemu erat, masing-masing membuat sifat-sifatnya. Dengan kata lain, di tempat-tempat penggabungan dari dua bobot air, water curtain tidak memungkinkan mereka untuk bercampur.

Tapi ilmuwan mendapatkan kejutan yang lebih besar dan kekaguman, ketika menemukan, bahwa peristiwa yang ada telah ditulis dalam Quran selama lebih dari 1400 tahun yang lalu.

Dia belajar tentang hal itu dari Moris dokter Prancis Bukay, yang menerima Islam. "Ketika saya bercerita tentang penemuan saya, dia skeptis mengatakan kepada saya, bahwa tentang hal itu telah diberitahu 1400 tahun yang lalu dalam Al-Qur'an", ungkapnya.

Itu bagi saya sebagai peristiwa yang sangat luar biasa, dan memberikan pencerahan. Hal itu, benar-benar terjadi. Sehingga muncul, ketika saya melihat terjemahan Al-Quran. Lalu saya berseru: "Saya berkeyakinan, bahwa Al-Quran 1400 tahun yang lalu yang dianggap tertinggal di belakang ilmu pengetahuan modern, ternyata tidak benar. Al-Qur'an telah menjelaskan dengan bukti-bukti nyata, dan sekarang semuanya dapat dibuktikan denan ilmiah", tambahnya.

Itulah Keagungan Yang Maha Kuasa. Setelah itu saya menerima Islam dan setiap hari saya kagum dengan kebenaran, keadilan, kemudahan, atas agama Islam ini. Saya bersyukur bahwa Qur'an dengan tanpa batas, membuka mata saya tentang Kebenaran", ungkapnya. af

Read more »»